Home » » Adab menerima tamu menurut islam

Adab menerima tamu menurut islam


adab menerima tamu
menerima tamu by google - 
Jika kita sebagai muslim, tentunya adab menerima tamunya bukan seperti orang kafir menerima tamu bukan?, jika sama, apa bedanya?, berarti kita sama saja dengan si kafir :), si Kafir saja memuliakan tamunya, kenapa kita tidak yang sudah jelas-diajarkan dan dicontohkan Rasulullah Muhamaad SAW, dan sebagai muslim yang wajib kita contoh adalah beliau. kalau kita tidak menjadikan beliau contoh berarti kita bukan muslim. 

Dalam adab menerima tamu menurut islam, tuan rumah atau yang menerima tamu wajib berusaha untuk menjaga keselamatan tamunya dan terus berusaha agar tamunya tersebut selalu merasa senang, tenang, aman dan nyaman selama ia bertamu. 

Hadist sahih Riwayat Bukhari dan Muslim tentang memuliakan tamu adalah :
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir/kiamat maka hendaklah ia memulikan tamunya. " (H.R. Bukhari dan Muslim)

Artinya jika kita memuliakan tamu maka kita termasuk orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir/hari kiamat, dan jika kita tidak memuliakan tamu, maka kita bukan termasuk orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir/hari kiamat.

dari pendapat para ulama, berikut tata cara dalam menghormati tamu yang mengaku beriman kepada Allah, Rasul dan hari akhir wajib mengamalkannya.
Tuan rumah hendaknya berpakaian sopan dan menutup aurat. tamu harus diterima dengan rasa syukur dan rasa senang hati. kedatangan tamu adalah mendatangkan manfaat bagi tuan rumah dan keluarganya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

"Apabila tamu telah datang/masuk ke rumah seseorang, maka ia masuk dengan membawa rezkinya, dan jika ia keluar, maka membawa pengampunan bagi tuan rumah dan keluarganya. " (H.R. Ad-Dailami dari Anas)

Menerima tamu harus dengan sikap serta prilaku yang baik, dengan wajah yang senang dan berseri, dengan tutur kata yang sopan, dan selalu berusaha agar sikap serta tutur kata yang tidak menyinggung perasaan tamunya..

jika tamu yang datang itu usianya lebih tua, maka tuan rumah harus menghormatinya, jika sebaya hendaklan menghargainya, jika lebih kecil hendaknya menyayanginya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda :

"bukanlah bagian dari kita orang yang tidak menyayangi dan menghargai kaum muda kita, dan tidak menghormati kaum tua kita" (H.R. Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim)

Tamu hendaknya dijamu, paling tidak disuguhi hidangan seperti minuman atau makanan rinngan kalau bertamunya hanya sebentar, kalau tamunya menginap hendaklah tuan rumah menyediakan seperangkat fasilitas tidurnya, fasilitas mandi, fasilitas sholatnya, fasilitas sholatnya, makan pagi, makan siang dan makan malam tamu sesuai dengan kemampuan tuan rumah

Tuan rumah hendaknya menyiapkan keperluan tamunya sebaik mungkin terutama pada hari pertama, kedua dan ketiga, namun kalau tamu itu bertamu lebih dari tiga hari maka tetap saja tuan rumah harus bersikap baik dan ramah dan itu termasuk sedekah. dalam riwayat hadist lainnya Rasulullah Muhammad SAW :

"Barang siapa yang beriman kepada Allah, dan hari akhir maka hendaklan dia memuliakan tamunya, dan bertamu itu tiga hari, selebihnya adalah sedekah"

jika tuan rumah mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu menjamu tamunya dengan memberinya makanan, maka jamulah tamu itu sesuai dengan kemampuan misalnya dengan menyediakan minuman saja, selain itu tuan rumah tetap wajib bertutur kata yang sopan dan ramah sebagai tanda tuan rumah memuliakan tamunya.

semoga artikel ini bermanfaat bagi kita, sekarang sahabat sudah tahu kan bagaimana ada memuliakan tamu menurut islam. sebagai orang islam kita wajib memperlakukan tamu sesuai dengan ajaran islam, bukan sesuai ajaran budaya pendapat orang lain, dan kebiasaan. 

orang kafir saja memuliakan tamunya, masa orang muslim tidak..?




"
sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di www.harryaalfha.com