Home » , » Malam takbiran yang haram

Malam takbiran yang haram

Malam takbiran yang haram. Bismillahirrahmaanirrahiim. semua kebenaran datangnya milik Allah dan datangnya selalu dari pada Allah. jika terdapat kekeliruan terlebih dahulu mohon maaf karena kekeliruan murni datang dari penulis. Banyak hadist yang menjelaskan tetang takbiran, ada pendapat para ulama bahwa takbir itu hanya dilakukan saat mau pergi sholat idulfitri, ada juga pendapat ulama yang sumbernya juga sangat dipercaya bahwa takbir di malam idulfitri memang disyari'atkan.
Bukan hanya disyari'atkan melalui dalil hadist tapi di dalam al-qur'an juga Allah berfirman "... dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (bulan Ramadhan) dan hendaklah kamu bertakbir (membesarkan) Allah atas petunjukNya yang telah diberkan kepadamu, agar kamu bersyukur (Surah : Al-Baqarah  Ayat : 185) 
Alhamdulillah penulis juga pernah sempat membaca kutipan tafsir Al-Jami' Li Ahkamil Qur'an karya Al-Qurthubi Jilid II halaman 302 disebutkan bahwa ayat ini telah menjadi dasar masyru'iyah atas ibadah takbir di malam idul fitri sebab ayat ini memerintahkan begitu karena hitungan bulan Ramadhan telah lengkap, maka bertakbirlah kamu, artinya takbir tidak dimulai sejak pagi hari keesokan harinya melainkan sejak terbenam matahari sebab pada malam itu lah akan diketahui telah sempurnanya hitungan bulan Ramadhan. Dalam tafsir itu juga disebutkan bahwa imam As-Syafi'i Rahimahullah berkata bahwa telah diriwayatkan dari Said bi Al-Musayyid, Urwah dan Abi Salamah bahwa mereka bertakbir dan bertahmid pada malam idul fitri. Ibnu Abbas juga pernah berkata bahwa telah ditetapkan bagi ummat islam bahwa jika telah melihat hilal syawal maka bertakbirlah.

Lalu mengapa malam takbiran pada malam idul fitri itu haram?. Sebenarnya Hukum takbiran di malam idul fitri atau setelah melihat hilal syawal adalah sunnah. "Dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wassallam berangkat pada hari raya beserta al-Fadll bin Abbas, Abdullah, Abbas, Ali, Ja’far, al-Hasan, Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, Ayman Ibnu Ummu Aiman Radliyallahu ‘anhu-, mereka meninggikan suaranya (mengeraskan suara) dengan membaca tahlil dan takbir, mengambil rute satu jalan hingga tiba di mushalla/masjid (tempat shalat), dan ketika mereka selesai shalat, mereka kembali melewati rute yang lainnya hingga tiba di kediamannya”. (HR. Al-Baihaqi didalam As-Sunanul Kubro, dan Shahih Ibnu Khuzimah). Di era moderen sekarang ini, dimana hijab(batas) antara perintah dan larangan itu semakin samar. disetiap manusia melakukan perintah Allah saat itu juga manusia melakukan larangan Allah. takbir keliling yang disunnahkan rasulullah tidak diamalkan para manusia yang mengaku pengikutnya. takbir yang dilakukan rasulullah hanya mengambil rute satu jalan menuju tempat sholat dan kembali lagi ke tempat kediaman saat selesai melaksanakan sholat idul fitri. artinya kita diberikan contoh oleh rasul bahwa bertakbir pada malam takbiran hingga selesai sholat id semata-mata hanya membesarkan Allah atau hanya karena perintah Allah. disana tidak ada hura-hura membuang-mbuang uang untuk kemeriahan selain takbir, tidak menebarkan sampah, tidak mengganggu akses fasilitas umum. tidak membeli dan membakar petasan dan sejenisnya yang mubazir.selain itu pemerintah harus mengeluarkan biaya yang mahal dalam mengatur mengkondisikan kemanan, kenyamanan, ketertiban dan kebersihan, yang seharusnya biaya tersebut bisa digunakan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat banyak, tapi malah di jadikan untuk membersihkan kota, jalanan umum dari sampah,   Inilah takbiran yang diharamkan, bukan mengharamkan takbiran secara ibadah ritual, tapi secara budaya yang mudhoratnya lebihnya lebih banyak dari pada manfaatnya.
silahkan lihat cuplikan malam takbiran zaman sekarang berikut yang banyak terjadi di Indonesia

coba banyangkan berapa banyak uang yang dihabiskan untuk membeli petasan dan kembang api tersebut, apakah kita yakin bahwa orang-orang miskan yang kelaparan dan belum tentu bisa beli baju lebaran bahkan zakat fitrah pun tidak mampu mereka bayarkan pada saat itu dia melihat kembang api dan petasan mahal dibakar dengan dalih memeriahkan malam takbiran dan ungkapan suka cita datangnya idul fitri.
saksikan juga cuplikan berikut :

jika kita amalkan apa yang di ajarkan rasul, dalam melaksanakan malam takbiran sebelum sholat idul fitri tidak akan ada sampah berserakan seperti video diatas. ini sebuah kritikan kepada pengamal ajaran islam, bukan terhadap agam islam, karena pengamal ajaran islam itu keliru dalam mengamalkan ajaran islam yang sebenarnya.

Pemerintah terlihat peduli terhadap salahnya pengamalan yang ada di Indonesia pada khususnya, karena dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum, seperti sampah, bunyi petasan dimana-mana berapa banyak uang yang mubazirkan untuk menyelenggarakan takbir lebaran yang seharusnya,  padahal jelas-jelas rasul hanya bertakbir hanya pada satu rute perjalanan dari tempat kediaman ke masjid/musholla terdekat dan kembali lagi ke kediaman dan itu sangat sederhana. Namun ketika himbauan pemerintah tersebut diserukan, banyak komentar-komentar sinis dari ummat islam yang menyatakan seperti "pemerintah anti islam" padahal pemerintah berusaha meluruskan ritual takbir yang dilakukan tetap pada koridor ajaran agama yang sesungguhnya, tidak mendatangkan mudhorat yang dapat mengganggu ketertiban umum. silahkan buka mata, buka telinga, buka hati. mari jalankan ibadah ritual malam takbiran sesuai apa yang disunnahkan rasulullah Muhammad SAW.

selamat hari raya idul fitri



tag: malam takbiran, malam takbiran haram, malam takbiran yang diharamkan
sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkomentar di www.harryaalfha.com